سنن أبي داوود ٢٩٢٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سَلِيمِ بْنِ حَيَّانَ أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُبَاعَ الثَّمَرَةُ حَتَّى تُشْقِحَ قِيلَ وَمَا تُشْقِحُ قَالَ تَحْمَارُّ وَتَصْفَارُّ وَيُؤْكَلُ مِنْهَا
Sunan Abu Daud 2926: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Khallad Al Bahili telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, dari Salim bin Hayyan telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin Mina`, ia berkata: aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melarang menjual buah hingga tusyqih. Ia ditanya apa makna tusyqih? Ia berkata: Memerah dan menguning dan dapat dimakan.
Sunan Abu Dawud Nomer 2926