مسند أحمد ٧٨٥٨: وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ كَلْمٍ يُكْلَمُهُ الْمُسْلِمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ يَكُونُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهَا إِذَا طُعِنَتْ تَنْفَجِرُ دَمًا اللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ وَالْعَرْفُ عَرْفُ الْمِسْكِ قَالَ أَبِي يَعْنِي الْعَرْفَ الرِّيحَ
Musnad Ahmad 7858: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya: dari Abu Hurairah: Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Bersabda: "Setiap luka yang seorang muslim terluka di jalan Allah, maka pada hari kiamat akan tetap pada kondisinya semula, jika ia ditusuk lalu memancar darah maka warnanya adalah warna darah, sedang baunya adalah bau misik." Bapakku (Ahmad) berkata: "Al 'Arf adalah bau."
Musnad Ahmad Nomer 7858