مسند أحمد ٩٠٥٣: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنِ الْعَلَاءِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَفْتَحُ الْإِنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَابَ مَسْأَلَةٍ إِلَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ بَابَ فَقْرٍ يَأْخُذُ الرَّجُلُ حَبْلَهُ فَيَعْمِدُ إِلَى الْجَبَلِ فَيَحْتَطِبُ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَأْكُلُ بِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ مُعْطًى أَوْ مَمْنُوعًا
Musnad Ahmad 9053: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Muhammad dari Al 'Ala` -yaitu Ibnu Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata: Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Tidaklah seseorang membuka pintu meminta minta dalam dirinya kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefaqiran. Seorang lelaki pergi ke gunung dengan membawa talinya, lalu ia mencari kayu dan memanggulnya di atas pundaknya, kemudian ia makan dari hasil penjualannya adalah lebih baik daripada ia meminta minta kepada orang lain, kadang diberi dan kadang tidak."
Musnad Ahmad Nomer 9053