مسند أحمد ٩١٣٨: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ شِقْصًا لَهُ فِي عَبْدٍ فَخَلَاصُهُ فِي مَالِهِ إِنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ اسْتُسْعِيَ الْعَبْدُ غَيْرَ مَشْقُوقٍ عَلَيْهِ
Musnad Ahmad 9138: Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abi 'Arubah dari Qatadah dari An Nadhr bin Anas dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa membebaskan setengah bagian dari budak yang ia miliki, maka penyelesaiannya ada dalam hartanya, jika ia mempunyai harta ia bisa menebusnya dan jika tidak, ia bisa memperkerjakan budak itu seharga tebusannya dan tidak boleh membebaninya diluar kemampuan."
Musnad Ahmad Nomer 9138