مسند أحمد ٩٣٩٢: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ شَحِيحٌ أَوْ صَحِيحٌ تَأْمُلُ الْعَيْشَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بِالْحُلْقُومِ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ
Musnad Ahmad 9392: Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Umarah bin Al Qa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah berkata: Seorang lelaki bertanya: "Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimana yang paling utama?" maka beliau menjawab: "Engkau bersedekah ketika engkau dalam keadaan pelit, sehat, ingin kaya dan takut miskin. Dan janganlah engkau menunda-nunda sehingga nyawa telah sampai di tenggorokan, engkau berkata: 'Untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian' padahal itu telah menjadi bagian si fulan."
Musnad Ahmad Nomer 9392