مسند أحمد ٨٢٥٣: وَبِإِسْنَادِهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُو بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ قَدْ وَثِقَ بِعَمَلِهِ فَإِنَّهُ إِنْ مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا
Musnad Ahmad 8253: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya: dari Abu Hurairah: dan dengan sanadnya, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda: "Janganlah seseorang dari kalian mengharap mati dan jangan meminta untuk disegerakan sebelum kedatangannya, kecuali jika ia telah yakin dengan amalannya. Karena sesungguhnya jika salah seorang dari kalian meninggal, amalnya akan terputus, dan sesungguhnya tidaklah bertambah umur seorang mukmin kecuali bertambah pula amal kebaikkannya."
Musnad Ahmad Nomer 8253