مسند أحمد ٩٦٥٦: إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ فَإِنْ صَلَّى قَاعِدًا فَصَلُّوا قُعُودًا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ فَإِذَا وَافَقَ قَوْلُ أَهْلِ الْأَرْضِ قَوْلَ أَهْلِ السَّمَاءِ غُفِرَ لَهُ مَا مَضَى مِنْ ذَنْبِهِ
Musnad Ahmad 9656: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari Abu Hurairah, "Hanyasanya seorang imam itu adalah perisai, jika ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian dengan duduk, jika ia mengucapkan: SAMI'A ALLAHU LIMAN HAMIDAH (semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya) maka katakanlah: ALLAHUMMA RABBANA WALAKAL HAMDU (Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala pujian), jika ucapan penghuni bumi sama dengan ucapan penghuni langit maka akan dihapus dosanya yang telah berlalu."
Musnad Ahmad Nomer 9656