سنن النسائي ٤٢٩٨: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ نَاصِحٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُضَحِّيَ بِمُقَابَلَةٍ أَوْ مُدَابَرَةٍ أَوْ شَرْقَاءَ أَوْ خَرْقَاءَ أَوْ جَدْعَاءَ
Sunan Nasa'i 4298: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Nashih, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin 'Ayyasy dari Abu Ishaq dari Syuraih bin An Nu'man dari Ali bin Abu Thalib radliallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melarang kami untuk berkurban dengan hewan yang terpotong dari ujung telinganya, atau yang terpotong dari belakang telinganya atau yang terbelah menjadi dua, atau yang lubang telinganya atau yang terpotong telinganya.
Sunan An Nasa'i Nomer 4298