سنن الدارقطني ١٢٢٨: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ , ثنا يَحْيَى بْنُ سَلَّامٍ , ثنا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ , وثنا وَهْبُ بْنُ كَيْسَانَ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «كُلُّ صَلَاةٍ لَا يُقْرَأُ فِيهَا بِأُمِّ الْكِتَابِ فَهِيَ خِدَاجٌ إِلَّا أَنْ يَكُونَ وَرَاءَ إِمَامٍ». يَحْيَى بْنُ سَلَّامٍ ضَعِيفٌ وَالصَّوَابُ مَوْقُوفٌ.
Sunan Daruquthni 1228: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Bahr bin Nashr menceritakan kepada kami, Yahya bin Sallam mengabarkan kepada kami, Malik bin Anas menceritakan kepada kami, Wahb bin Kaisan menceritakan kepada kami, dari Jabir bin Abdullah, bahwa Nabi SAW bersabda, "Setiap shalat yang di dalamnya tidak dibaca Ummul Kitab (surah Al Faatihah), maka (shalat) itu kurang, kecuali bila di belakang imam (yakni ketika menjadi makmum)." Yahya bin Sallam lemah. Yang benar bahwa riwayat ini mauquf.
Sunan Daruquthmi Nomer 1228