سنن الدارقطني ١٧٧٥: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الثَّلْجِ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ الْقَزَّازُ , ثنا بَكَّارُ بْنُ يُونُسَ أَبُو يُونُسَ الرَّامِي , ثنا حُمَيْدٌ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ أَبِي بَكْرَةَ , قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ» الْحَدِيثَ , وَقَالَ فِيهِ: «وَلَكِنَّ اللَّهَ إِذَا تَجَلَّى لِشَيْءٍ مِنْ خَلْقِهِ خَشَعَ لَهُ فَإِذَا كَسَفَ وَاحِدٌ مِنْهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا»
Sunan Daruquthni 1775: Ibnu Abi Ats-Tsalj menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sinan Al Qazzaz menceritakan kepada kami, Bakkar bin Yunus Abu Yunus Ar-Ram menceritakan kepada kami, Humaid menceritakan kepada kami, dari Al Hasan, dari Abi Bakrah, dia berkata, Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda. "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan Allah... dan seterusnya. " Di dalam hadits tersebut beliau bersabda, "Tetapi tatkala Allah menampakkan diri kepada sesuatu di antara makhluk-Nya. maka sesuatu itu tunduk kepada-Nya. Jika salah satu dari keduanya terjadi gerhana, maka shalatlah kalian dan berdoalah.?
Sunan Daruquthmi Nomer 1775