سنن الدارقطني ٢٠١٣: وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , ثنا عَمِّي , أَخْبَرَنِي يُونُسُ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ سَالِمٍ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَرَضَ فِيمَا سَقَتِ السَّمَاءُ وَالْأَنْهَارُ وَالْعُيُونُ وَمَا كَانَ عَثْرِيًّا الْعُشْرَ , وَمَا سُقِيَ بِالنَّضْحِ نِصْفَ الْعُشْرِ»
Sunan Daruquthni 2013: Abu Bakr Abdullah bin Muhammad bin Ziyad mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb mengabarkan kepada kami, Pamanku mengabarkan kepada kami, Yunus mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Sulaim, dari ayahnya: Bahwa Rasulullah SAW mewajibkan lahan tadah hujan, tanaman yang di siram dengan air hujan, sungai dan mata air sepersepuluh (10%); dan tanaman yang disiram dengan tenaga manusia —zakatnya— separuh dari sepersepuluh (5%)."
Sunan Daruquthmi Nomer 2013