سنن الدارقطني ٢٠٤٧: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , ثنا أَبُو نُعَيْمٍ الْفَضْلُ بْنُ دُكَيْنٍ , ثنا عَاصِمُ بْنُ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ , قَالَ: قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَرْفَعُ الْحَدِيثَ , قَالَ: " مَا أَحَلَّ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ فَهُوَ حَلَالٌ , وَمَا حَرَّمَ فَهُوَ حَرَامٌ , وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فَهُوَ عَافِيَةٌ فَاقْبَلُوا مِنَ اللَّهِ عَافَيْتَهُ , فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُنْ نَسِيًّا , ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا مريم: 64 "
Sunan Daruquthni 2047: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Abu Nu'aim Al Fadhl bin Dukain menceritakan kepada kami, Ashim bin Raja bin Haiwah menceritakan kepada kami, dari bapaknya, dari Abu Darda‘ dia berkata, Abu Darda' mengatakan —dengan me-marfu'-kan hadits—, beliau bersabda, "Sesuatu yang Allah halalkan di dalam kitab-Nya adalah halal dan sesuatu yang Dia haramkan adalah haram, dan sesuatu yang didiamkan adalah dimaafkan. Maka terimalah dari Allah sesuatu yang dimaafkan olehNya, karena Allah tidak akan lupa, kemudian beliau membaca ayat ini, "Dan tidaklah Tuhanmu lupa." (Qs. Maryam 19: 64)
Sunan Daruquthmi Nomer 2047