سنن الدارقطني ٢٢٩١: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ النَّيْسَابُورِيُّ , قَالَ: وَفِيمَا ذَكَرَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: " نَزَلَتْ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ البقرة: 184 مُتَتَابِعَاتٍ فَسَقَطَتْ مُتَتَابِعَاتٌ ". هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ وَالَّذِي بَعْدَهُ أَيْضًا
Sunan Daruquthni 2291: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Faris An-Naisaburi menceritakan kepada kami. dia berkata, tentang yang disebutkan oleh Abdurrazzak, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah, dia berkata, "Turun ayat "Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain" Secara berturut-turut, lalu gugur kewajiban berturut-turut." Hadits ini sanadnya shahih dan juga hadits selanjutnya.
Sunan Daruquthmi Nomer 2291