سنن الدارقطني ٢٧٣٩: ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , وَجَمَاعَةٌ قَالُوا: نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ , نا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ , حَدَّثَنِي مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ , عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: وَقَصَتْ بِرَجُلٍ نَاقَتُهُ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَمَاتَ , فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ يُكَفَّنَ فِي ثَوْبَيْهِ وَيُغَسَّلَ وَلَا يُغَطِّي وَجْهُهُ وَلَا يَمَسَّ طِيبًا فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا». لَفْظُ ابْنِ مَخْلَدٍ
Sunan Daruquthni 2739: Al Husain bin Ismail, Muhammad bin Makhlad dan sekelompok perawi lain menceritakan kepada kaini, mereka berkata. Al Husain bin Muhammad bin AshShabbah memberitakan kepada kami. Ubaidah bin Humaid memberitakan kepada kami. Manshur bin Al Mu'tamir menceritakan kepadaku, dari Al Hakam bin Utaibah. Dari Sa'id bin Jubair, dari lbnu Abbas, dia berkata, unta seseorang mematahkan tulang orang tersebut, padahal dia sedang berihram. Lalu meninggal dunia. Maka Rasulullah SAW menyuruh agar orang itu dikafani dengan dua kainnya, dimandikan tidak ditutup wajahnya dan tidak boleh tersentuh minyak wangi karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah." Lafazh Ibnu Makhlad.
Sunan Daruquthmi Nomer 2739