Hadits Sunan Daruquthmi

كِتَابُ الْحَجِّ

Kitab Haji

بَابُ الْمَوَاقِيتِ
Miqat

سنن الدارقطني ٢٥٠٦: نا أَبُو هُرَيْرَةَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حَمْزَةَ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ أَبُو زَيْدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ , عَنْ نَافِعٍ , ص:267 عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَهْدَى تَطَوُّعًا ثُمَّ عَطِبَتْ فَإِنْ شَاءَ بَدَّلَ وَإِنْ شَاءَ أَكَلَ وَإِنْ كَانَ نَذْرًا فَلْيُبَدِّلْ»

Sunan Daruquthni 2506: Abu Hurairah Muhammad bin Ali bin Hamzah memberitakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahim Abu Zaid memberitakan kepada kami, Muhammad bin Mush'ab memberitakan kepada kami, Al Auza'i memberitakan kepada kami. dari Abdullah bin Amir, dari Nafi', dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW. beliau bersabda. "Barangsiapa ingin menyembelih kurban karena melakukan sunnah. kemudian rusak (mati), maka ia tidak diwajibkan untuk menggantinya. kecuali jika ia menghendaki. Jika karena nadzar, maka hendakiah ia menggantinya.

Sunan Daruquthmi Nomer 2506