سنن الدارقطني ٣٨٤٠: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا حَمَّادُ بْنُ الْحَسَنِ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا شُعْبَةُ , عَنِ الشَّيْبَانِيِّ , قَالَ: كَانَ فِينَا امْرَأَةٌ يُقَالُ لَهَا: بَحْرِيَّةُ زَوَّجَتْهَا أُمُّهَا وَأَبُوهَا غَائِبٌ فَلَمَّا قَدِمَ أَبُوهَا أَنْكَرَ ذَلِكَ فَرُفِعَ ذَلِكَ إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ «فَأَجَازَ النِّكَاحَ».
Sunan Daruquthni 3840: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Hammad bin Hasan menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami dari Asy-Syaibani, dia berkata, "Dulu pernah ada di tengahtengah kami seorang wanita yang bernama Bahriyyah. Ia dinikahkan oleh ibunya sedang ayahnya tidak berada di tempat. Ketika ayahnya datang, ia langsung mengingkari hal itu. Ketika masalahnya dibawa kepada Ali bin Abu Thalib, maka ia pun membolehkan pernikahan tersebut.
Sunan Daruquthmi Nomer 3840