سنن الدارقطني ٣٨٢٦: نا يَحْيَى بْنُ صَاعِدٍ , نا بُنْدَارٌ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ غُنْدَرٌ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , عَنْ عَطَاءٍ , قَالَ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَشْكُو زَوْجَهَا , فَقَالَ: «رُدِّي عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ» , قَالَتْ: «نَعَمْ وَزِيَادَةً» , قَالَ: «أَمَّا الزِّيَادَةُ فَلَا» خَالَفَهُ الْوَلِيدُ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجِ , أَسْنَدَهُ عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ. وَالْمُرْسَلُ أَصَحُّ
Sunan Daruquthni 3826: Yahya bin Sha'id menceritakan kepada kami, Bundar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja'far, Ghundar menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami dari Atha‘ dia berkata: Pernah ada seorang wanita yang datang kepada Nabi SAW mengadukan suaminya. Beliau kemudian berkata, "Kembalikan kebun yang ia berikan (sebagai mahar)." Ia menjawab, "Ya, bahkan akan aku tambahi." Beliau berkata, "Yang lebih tidak perlu. Al Walid dalam hal ini meriwayatkan hadits yang berbeda dari Ibnu Juraij. Ia meriwayatkan hadits ini secara musnad kepada Atha‘, dari Ibnu Abbas. Tapi yang lebih shahih adalah mursal.
Sunan Daruquthmi Nomer 3826