سنن الدارقطني ٣٥٨٧: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ , نا حَجَّاجٌ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , أَنَّ ثَابِتَ بْنَ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ كَانَتْ عِنْدَهُ زَيْنَبُ بِنْتُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيِّ ابْنِ سَلُولٍ وَكَانَ أَصْدَقَهَا حَدِيقَةً فَكَرِهَتْهُ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ الَّتِي أَعْطَاكِ؟» , قَالَتْ: نَعَمْ وَزِيَادَةً , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَّا الزِّيَادَةُ فَلَا وَلَكِنْ حَدِيقَتُهُ» , قَالَتْ: نَعَمْ , فَأَخَذَهَا لَهُ وَخَلَّا سَبِيلَهَا فَلَمَّا بَلَغَ ذَلِكَ ثَابِتَ بْنَ قَيْسٍ , قَالَ: قَدْ قَبِلْتُ قَضَاءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. سَمِعَهُ أَبُو الزُّبَيْرِ مِنْ غَيْرِ وَاحِدٍ
Sunan Daruquthni 3587: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa'id menceritakan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Tsabit bin Qais bin Syammas mempunyai istri bernama Zainab binti Abdullah bin Ubay bin Salul. (Ketika itu) ia memberinya mahar sebuah kebun. Istrinya ini kemudian tidak suka dengannya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Maukah engkau mengembalikan kebun yang diberikannya kepadamu?". Ia menjawab: "Ya, dan akan ditambah." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Adapun tambahan itu tidak perlu, akan tetapi cukup kebunnya saja". Zainab berkata: "Ya". Setelah itu Rasulullah mengambilnya untuk Tsabit dan memisahkan mereka. Tatkala keputusan itu sampai kepada Tsabit, ia lantas berkata, "Aku terima keputusan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam." Abu Zubair mendengar hadits ini lebih dari satu orang sahabat.
Sunan Daruquthmi Nomer 3587