سنن الدارقطني ٣٢٨: حَدَّثَنَا بِهِ أَبِي , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ الْبَاغِنْدِيُّ , ثنا أَبُو كَامِلٍ بِهَذَا. تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو كَامِلٍ , عَنْ غُنْدَرٍ , وَوُهِمَ عَلَيْهِ فِيهِ تَابَعَهُ الرَّبِيعُ بْنُ بَدْرٍ وَهُوَ مَتْرُوكٌ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , وَالصَّوَابُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا. فَأَمَّا حَدِيثُ الرَّبِيعِ بْنِ بَدْرٍ
Sunan Daruquthni 328: Ayahku menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Muhammad bin Sulaiman Al Baghandi mengabarkan kepada kami, Abu Kamil menceritakan kepada kami, riwayat itu. Abu Kamil meriwayatkannya sendirian dari Ghundar, dan ia menduga-duga padanya. Ar-Rabi' bin Badr me-mutaba'ah-nya namun ia matruk, dari Ibnu Juraij. Yang benar adalah dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman bin Musa, dari Nabi SAW, secara mursal.
Sunan Daruquthmi Nomer 328