سنن الدارقطني ٥٠٣: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ صَالِحٍ الْبُخَارِيُّ , نا حَامِدُ بْنُ سَهْلٍ الْبُخَارِيُّ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , عَنْ مَعْمَرٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». هَذَا خَطَأٌ مِنْ وُجُوهٍ
Sunan Daruquthni 503: Ahmad bin Syu'aib bin Shalih Al Bukhari menceritakan kepada kami, Hamid bin Sahl Al Bukhari mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Musa mengabarkan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, dari Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Nabi SAW mencium (istrinya) padahal beliau sedang berpuasa, lalu beliau shalat dan tidak berwudhu lagi." Ini salah dari berbagai sisi.
Sunan Daruquthmi Nomer 503