سنن الدارقطني ٧٥٢: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عِيسَى , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا بَكْرِ بْنَ خُزَيْمَةَ النَّيْسَابُورِيَّ , يَقُولُ: ذَكَرْتُ لِلْمُزَنِيِّ خَبَرَ عَبْدِ الرَّزَّاقِ هَذَا , فَقَالَ لِي: حَدَّثَ بِهِ أَصْحَابُنَا فَإِنَّهُ لَيْسَ لِلشَّافِعِيِّ حُجَّةٌ أَقْوَى مِنْ هَذَا , يَعْنِي قَوْلَهُ: «إِذَا نَحْنُ أَدْخَلْنَاهُمَا عَلَى طُهْرٍ»
Sunan Daruquthni 752: Ali bin Ibrahim bin Isa menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Aku mendengar Abu Bakar bin Khuzaimah An-Naisaburi mengatakan, "Aku ceritakan kepada Al Muzani tentang khabar Abdurrazzaq ini, lalu ia mengatakan, 'Para sahabat kami juga menyampaikannya, bahwa tidak ada argumen yang lebih kuat bagi Asy-Syafi'i daripada riwayat ini.' Yakni ucapannya, 'Apabila kami memasukkannya dalam keadaan suci'."
Sunan Daruquthmi Nomer 752