سنن الدارقطني ٨٣٢: حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدٍ , ثنا أَبُو مَسْعُودٍ , ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , قَالَا: نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ , قَالَتْ: سَأَلَتِ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ , فَقَالَ: «لَا وَلَكِنْ دَعِي قَدْرَ الْأَيَّامِ وَاللَّيَالِي الَّتِي كُنْتِ تَحِيضِينَ فِيهَا ثُمَّ اغْتَسِلِي وَاسْتَثْفِرِي وَصَلِّي»
Sunan Daruquthni 832: Sunan Daruquthni 832: Abu Shalih Abdurrahman bin Sa'id menceritakan kepada kami, Abu Mas'ud menceritakan kepada kami , Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah bin Umar, dari Nafi', dari Sulaiman bin Yasar, dari Ummu Salamah, ia menuturkan, "Seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW, ia berkata, 'Sesungguhnya aku ini wanita yang mengalami istihadhah dan tidak pernah suci. Haruskah aku meninggalkan shalat?' Beliau bersabda, 'Tidak. Akan tetapi, tinggalkanlah (shalat) selama hari-hari yang biasanya engkau haid, kemudian (setelah itu berlalu) mandilah dan sumbatlah (darahnya), lalu shalatlah.
Sunan Daruquthmi Nomer 832