سنن الدارقطني ٩٢٩: حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ الْقَاضِي , ثنا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ , ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , ثنا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ حَمَّادٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنِ الْأَسْوَدِ , أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُثَنِّي الْأَذَانَ وَيُثَنِّي الْإِقَامَةَ , فَإِنَّهُ كَانَ يَبْدَأُ بِالتَّكْبِيرِ وَيَخْتِمُ بِالتَّكْبِيرِ "
Sunan Daruquthni 929: Abu Umar Al Qadhi menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar-Rabi' menceritakan kepada kami , Muhammad bin Isma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma'mar mengabarkan kepada kami, dari Hammad, dari Ibrahim, dari Al Aswad: "Bahwa Bilal mendua kalikan (kalimat) adzan dan mendua kalikan (kalimat) iqamah. Ia memulai dengan takbir dan mengakhiri dengan takbir."
Sunan Daruquthmi Nomer 929