Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٣٦٢: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ الْوَاسِطِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ الْيَهُودَ كَانُوا إِذَا حَاضَتْ بَيْنَهُمُ امْرَأَةٌ أَخْرَجُوهَا مِنَ الْبُيُوتِ، وَلَمْ يَأْكُلُوا مَعَهَا وَلَمْ يُشَارِبُوهَا، وَلَمْ يُجَامِعُوهَا فِي الْبُيُوتِ، فَسُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ‏:‏ ‏‏وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ‏‏ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ، فَقَالَتِ الْيَهُودُ‏:‏ مَا نَرَى هَذَا الرَّجُلَ يَدَعُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِنَا إِلاَّ يُخَالِفُنَا، فَجَاءَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ، وَعَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ فَقَالاَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ الْيَهُودُ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا، أَفَلاَ نَنْكِحُهُنَّ فِي الْمَحِيضِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ فَتَغَيَّرَ وَجْهُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ قَدْ وَجَدَ عَلَيْهِمَا، فَخَرَجَا، فَاسْتَقْبَلَتْهُ هَدْيَةٌ مِنْ لَبَنٍ، فَبَعَثَ فِي أَثَرِهِمَا، فَظَنَنَّا أَنَّهُ لَمْ يَجِدْ عَلَيْهِمَا، فَسَقَاهُمَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1362: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Aban Al Wasithi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad bin Salamah telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik, “Kaum Yahudi, jika seorang wanita dari kalangan mereka haidh, mereka akan mengeluarkannya239 dari rumah. Mereka tidak mau makan bersamanya, tidak mau minum dengannya, dan tidak mau bergaul dengannya240 dalam satu rumah. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam ditanya tentang hal ini. Maka Allah -Yang Maha Agung dan Luhur- menurunkan ayat : ‏وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ‏‏ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ Artinya, “ Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, “Haidh itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; (Qs. Al Baqarah (2): 222). Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “segala sesuatu kecuali nikah (bersetubuh)”. Orang-orang Yahudi berkata, “Kami tidak melihat laki-laki ini (Muhammad) membiarkan sesuatu dari urusan kami kecuali ia selalu menentang kami.”Lalu Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyr.”242 datang, mereka berdua berkata, “Orang Yahudi berkata ini dan ini. Apakah kita tidak boleh menyetubuhi mereka saat mereka sedang haidh?”. Anas berkata, “Maka wajah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun berubah hingga aku merasa bahwa beliau marah terhadap mereka berdua, lalu mereka berdua keluar. Kemudian beliau menerima sebuah hadiah berupa susu, beliau mengutus orang untuk memanggil keduanya. Maka kami pun merasa bahwa beliau tidak marah kepada mereka berdua, kemudian beliau mempersilahkan minum kepada mereka berdua.”243 103:1

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1362