Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٣٧٤: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، أَنَّ أُمَّ قَيْسٍ بِنْتَ مِحْصَنٍ الأَسَدِيَّةَ، أُخْتُ عُكَّاشَةَ بْنِ مِحْصَنٍ- وَكَانَتْ مِنَ الْمُهَاجِرَاتِ الَّتِي بَايَعَهُنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَتْ‏:‏جِئْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنٍ لِي لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ، فَأَخَذَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجْلَسَهُ فِي حِجْرِهِ، فَبَالَ عَلَى ثَوْبِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاءً فَنَضَحَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ‏.‏قَالَ ابْنُ شِهَابٍ‏:‏ فَمَضَتِ السُّنَّةُ بِأَنْ لاَ يُغْسَلَ مِنْ بَوْلِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَأْكُلَ الطَّعَامَ، فَإِذَا أَكَلَ الطَّعَامَ غُسِلَ مِنْ بَوْلِهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1374: Abdullah bin Muhammad bin Salm telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Amr bin Al Harits telah mengabarkan kepadaku dari Ibnu Syihab dari Ubaidillah bin Abdullah bahwa Ummu Qais binti Mihshan Al Asadiyyah, saudari perempuan dari Ukasyah bin Mihshan, - ia adalah salah seorang dari wanita Muhajirin yang dibai’at oleh Rasulullah SAW- ia berkata, “Aku datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan membawa anakku yang belum memakan makanan. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memegangnya dan mendudukannya di pangkuan beliau, lalu anak itu kencing di atas pakaian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengambil air, lalu memercikkannya, dan tidak membasuhnya.” 258 Ibnu Syihab berkata, “Maka berlakulah Sunnah Rasul bahwa pakaian tidak wajib dicuci karena terkena kencing anak bayi sampai ia sudah memakan makanan (selain ASI). Apabila ia telah memakan makanan, maka pakaian harus di cuci karena terkena kencingnya.” 8:5

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1374