Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٦٨٥: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الزُّرَقِيُّ، بِطَرَسُوسَ وَابْنُ بُجَيْرٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالُوا: حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَهْضَمٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ، عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَقَالَ أَحَدُكُمُ: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، دَخَلَ الْجَنَّةَ.
Shahih Ibnu Hibban 1685: Muhammad bin Yazid Az-Zarqa di Bharsus dan Ibnu Bujair730 dan Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, mereka berkata, “Al Abbas bin Abdul Azhim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Muhammad bin Jahdham telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Isma’il bin Ja’far telah mengabarkan kepada kami sebuah hadits dari Imarah bin Ghaziah dari Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin Ashim dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Apabila muadzin mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), Allahu Akbar(Allah Maha Besar), maka hendaklah salah seorang dari kalian mengucapkan juga Allahu Akbar(Allah Maha Besar), Allahu Akbar(Allah Maha Besar), kemudian apabila muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaha illallah (Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah), maka hendaklah dia mengucapkan asyhadu alla ilaha illallah (Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah). Kemudian Apabila muadzin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), maka hendaklah dia mengucapkan asyhadu anna Muhammadarrasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah). Kemudian Apabila muadzin mengucapkan hayya 'alashshalah (Mari kita Shalat), maka hendaklah dia mengucapkan la haula wala quwwata illa billah (Tiada daya dan Kekuatan selain dari Allah). Kemudian Apabila muadzin mengucapkan hayya 'alal falah (Mari kita menuju Kemenangan), maka hendaklah dia mengatakan la haula wala quwwata illa billah (Tiada daya dan Kekuatan selain dari Allah). Kemudian Apabila muadizn mengucapkan Allahu akbar Allahu akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar), maka hendaklah dia mengucapkan Allahu Akbar Allahu akbar(Allah Maha Besar, Allah Maha Besar). Kemudian apabila muadizn mengucapkan la ilaha illallah (Tiada Tuhan Selain Allah), maka hendaklah dia mengucapkan la ilaha illallah (Tiada Tuhan Selain Allah), niscaya dia akan masuk surga." 731 2:1
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1685