Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٧١٧: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: لَمَّا وُجِّهَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْكَعْبَةِ قَالُوا: كَيْفَ بِمَنْ مَاتَ مِنْ إِخْوَانِنَا وَهُمْ يُصَلُّونَ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ: وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ.
Shahih Ibnu Hibban 1717: Abu Ya’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Khaitsamah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Isra’il dari Simak dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata, Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diperintahkan menghadap ke arah Ka’bah, mereka bertanya, Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia, sementara mereka selama ini melaksanakan shalat dengan menghadap ke arah Bait Al Maqdis?’ Maka Allah Jalla wa menurunkan ayat, “Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian.”773
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1717