Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ١٧٦١: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَلاَمٍ الْجُمَحِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، وَثَابِتٌ، وَحُمَيْدٌ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِيهِمْ، فَجَاءَ رَجُلٌ وَقَدْ حَفَزَهُ النَّفَسُ، فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَتَهُ قَالَ: أَيُّكُمُ الْمُتَكَلِّمُ بِالْكَلِمَاتِ؟ فَأَرَمَّ الْقَوْمُ، فَقَالَ: أَيُّكُمُ الْمُتَكَلِّمُ بِالْكَلِمَاتِ؟ فَإِنَّهُ لَمْ يَقُلْ بَأْسًا؟ فَقَالَ الرَّجُلُ: أَنَا يَا رَسُولَ اللهِ، جِئْتُ وَقَدْ حَفَزَنِي النَّفَسُ فَقُلْتُهُنَّ، فَقَالَ: لَقَدْ رَأَيْتُ اثْنَيْ عَشَرَ مَلَكًا ابْتَدَرَهَا أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا.
Shahih Ibnu Hibban 1761: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Sallam Al Jumahi menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Qatadah, Tsabit, dan Humaid menceritakan kepada kami dari Anas, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam shalat mengimami mereka. Lalu datanglah seorang laki-laki dengan napas terengah-engah, kemudian dia membaca, “AIhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih” (segala puji bagi Allah, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh keberkahan). Seusai shalat, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bertanya, “Siapakah yang mengucapkan kata-kata tadi?” Semua orang terdiam. Beliau bertanya lagi, “Siapakah yang mengucapkan kata-kata tadi? Sungguh, dia tidak mengucapkan kata-kata yang berdosa” Seorang laki-laki lalu beikata, “Aku, wahai Rasulullah. Aku datang dengan napas terengah-engah lalu mengucapkan kata-kata tersebut” Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam lalu bersabda, “Aku melihat dua belas malaikat saling berebutan membawa naik kalimat tersebut (ke langit)” 64 2:1
Shahih Ibnu Hibban Nomer 1761