Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ١٧٨٣: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلاَةِ، فَلاَ يَبْصُقْ أَمَامَهُ، لأَنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ مَا دَامَ فِي صَلاَتِهِ، وَلاَ عَنْ يَمِينِهِ، فَإِنَّ عَنْ يَمِينِهِ مَلَكًا، وَلَكِنْ لِيَبْصُقْ عَنْ شِمَالِهِ، أَوْ تَحْتَ رِجْلِهِ، فَيَدْفِنُهُ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ فِي هَذَا الْخَبَرِ بَيَانٌ وَاضِحٌ بِأَنَّ عَلَى الْمَأْمُومِ قِرَاءَةُ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ فِي صَلاَتِهِ، إِذِ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَ أَنَّ الْمُصَلِّيَ يُنَاجِي رَبَّهُ، وَالْمُنَاجَاةُ لاَ تَكُونُ إِلاَّ بِنُطْقِ الْخَطَّابِ دُونَ التَّسْبِيحِ وَالتَّكْبِيرِ وَالسُّكُوتِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1783: Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi As-Sarri menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Apabila seseorang dari kalian berdiri hendak shalat, janganlah meludah ke depannya, karena dia sedang bermunajat kepada Tuhannya selama dalam shalatnya. Juga tidak boleh (meludah) ke sebelah kanannya, karena di sebelah kanannya ada malaikat. Akan tetapi hendaklah dia meludah ke sebelah kiri atau di bawah kakinya, lalu memendamnya” 97 1:21 Abu Hatim RA berkata, “Khabar ini berisi penjelasan bahwa makmum wajib membaca surah Al Faatihah dalam shalatnya, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa orang yang shalat sedang bermunajat kepada Tuhannya, dan munajat itu tidak dilakukan kecuali dengan membaca (Al Qur'an), bukan tasbih, takbir, dan diam.”

Shahih Ibnu Hibban Nomer 1783