Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ٢٢٠٧: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُوسَى الْحَادِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، وَحَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ‏:‏ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى بِسَاطٍ فَأَقَامَنِي، عَنْ يَمِينِهِ، وَقَامَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ، وَأُمُّ حَرَامٍ خَلْفَنَا‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ فِي هَذَا الْخَبَرِ بَيَانٌ وَاضِحٌ أَنَّ هَذِهِ الصَّلاَةَ خِلاَفُ الصَّلاَةِ الَّتِي حَكَاهَا إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسٍ، لأَنَّ فِي تِلْكَ الصَّلاَةِ قَامَ أَنَسٌ وَالْيَتِيمُ مَعَهُ خَلْفَ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْعَجُوزُ وَحْدَهَا وَرَاءَهُمْ وَكَانَتْ صَلاَتُهُمْ تِلْكَ عَلَى حَصِيرٍ وَهَذِهِ الصَّلاَةُ قَامَ أَنَسٌ عَنْ يَمِينِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمُّ سُلَيْمٍ وَأُمُّ حَرَامٍ خَلْفَهُمَا وَكَانَتْ صَلاَتُهُمْ عَلَى بِسَاطٍ فَدَلَّ ذَلِكَ عَلَى أَنَّهُمَا صَلاَتَانِ لاَ صَلاَةً وَاحِدَةً‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2207: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Umar bin Musa Al Hadi menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah dan Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Tsabit, dari Anas, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam shalat mengimami kami di atas karpet. Beliau memposisikanku di sebelah kanannya, sementara Ummu Sulaim dan Ummu Haram di belakang kami.” 681 1:33 Abu Hatim RA berkata, “Khabar ini merupakan penjelasan terang bahwa shalat ini bukan shalat yang diriwayatkan oleh Ishaq bin Abi Thalhah dari Anas, karena pada shalat tersebut Anas dan si yatim berdiri di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara sang nenek berdiri sendirian di belakang mereka. Saat itu mereka shalat di atas karpet. Sedangkan dalam shalat ini Anas berdiri di sebelah kanan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, sementara Ummu Sulaim dan Ummu Haram berdiri di belakang keduanya. Saat itu mereka shalat di atas tikar. Jadi, jelaslah bahwa shalat tersebut merupakan dua shalat dan bukan satu shalat."

Shahih Ibnu Hibban Nomer 2207