Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٥٩١: أَخْبَرَنَا حَاجِبُ بْنُ أَرْكِينَ الْفَرْغَانِيُّ بِدِمَشْقَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لاَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِنْ أُدْخِلُوا الْجَنَّةَ لِلثَّوَابِ.
Shahih Ibnu Hibban 591: Hajib bin Arkin Al Farghani381 mengabarkan kepada kami di Damaskus, ia berkata, Ahmad bin Ibrahim Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda, "Tidaklah suatu kaum duduk di suatu tempat, mereka tidak menyebut (nama) Allah SWT di dalamnya, dan tidak bershalawat atas Nabi-Nya, melainkan mereka akan mendapatkan penyesalan pada hari kiamat, walaupun mereka masuk surga untuk mendapatkan balasan”382 1:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 591