Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٦٤٦: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقَطَّانُ، حَدَّثَنَا حَكِيمُ بْنُ سَيْفٍ الرَّقِّيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ جَمَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُرَيْشًا، فقَالَ: يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ، فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلِبَنِي عَبْدِ مَنَافٍ مِثْلَ ذَلِكَ، وَلِبَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ، قَالَ: يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْقِذِي نَفْسَكِ مِنَ النَّارِ، فَإِنِّي لاَ أَمْلِكُ لَكِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا، إِلاَّ أَنَّ لَكِ رَحِمًا سَأَبُلُّهَا بِبَلاَلِهَا. قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: هَذَا مَنْسُوخٌ، إِنَّ فِيهِ أَنَّهُ لاَ يَشْفَعُ لأَحَدٍ، واخْتِيَارُ الشَّفَاعَةِ كَانَتْ بِالْمَدِينَةِ بَعْدَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 646: Al Husain bin Abdullah Al Qaththan mengabarkan kepada kami, Hakim bin Saif Ar-Raqi menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Amar menceritakan kepada kami, dari Abdul Malik bin Umair, dari Musa bin Thalhah, dari Abu Hurairah, ia berkata, ‘Tatkala turun ayat, 'Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat' (Qs. Asy-Syu’araa’ 26: 214) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengumpulkan kaum Quraiys, lalu beliau bersabda, 'Wahai kaum Quraisy, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Sesungguhnya aku tidak mempunyai kuasa (menahan) keburukan dan tidak (dapat memberikan) manfaat untuk kalian'. Dan, kepada Bani Abdu Manaf juga di sampaikan hal yang sama. Begitupun kepada Bani Abdul Muthallib. Lalu beliau bersabda, 'Wahai Fathimah binti Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Sesungguhnya aku tidak mempunyai kuasa (menahan) keburukan dan tidak (dapat memberikan) manfaat untuk kalian, kecuali bahwa kamu ada hubungan keluarga yang kini akan aku sambung tali kekeluargaan itu dengan kebaikan'.” 446 Abu Hatim berkata, “Hadits ini di mansukh (di hapus). Hadits ini terjadi di Makkah. Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak dapat memberi syafa’at kepada seseorang. Sedangkan hak memberikan syafa’at dari Allah SWT kepada beliau terjadi di Madinah.
Shahih Ibnu Hibban Nomer 646