Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٧٢١: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَيْرِ بْنِ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: الْحَلاَلُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيَّنٌ، وَبَيْنَ ذَلِكَ أُمُورٌ مُشْتَبِهَةٌ وَرُبَّمَا، قَالَ: مُتَشَابِهَةٌ وَسَأَضْرِبُ لَكُمْ فِي ذَلِكَ مَثَلاً: إِنَّ اللَّهَ حَمَى حِمًى، وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمَهُ، وَإِنَّهُ مَنْ يَرْتَعْ حَوْلَ الْحِمَى، يُوشِكْ أَنْ يُخَالِطَ الْحِمَى وَرُبَّمَا، قَالَ: مَنْ يَرْتَعْ حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكْ أَنْ يَرْتَعَ، وَإِنَّ مَنْ خَالَطَ الرِّيبَةَ، يُوشِكُ أَنْ يَجْسُرَ.
Shahih Ibnu Hibban 721: Muhammad bin Umair bin Yusuf mengabarkan kepada kami, Nashr bin Ali menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, Ibnu Aim menceritakan kepada kami, dari Asy-Sya’bi, dari An Nu’man bin Basyir, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “ Yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas, di antara keduanya ada hal-hal yang samar. Perumpamaan dari itu bagaikan seorang menggembala ternaknya di sekitar padang rumput yang terlarang. Sesungguhnya daerah larangan Allah SWT ialah apa saja yang telah diharamkannya. Barangsiapa yang menggembala di sekitar daerah yang terlarang, maka dikhawatirkan ia terjerumus di dalamnya; sesungguhnya orang yang melalukan hal yang samar, maka dikhawatirkan ia terjerumus ke dalam yang haram. "541 3:28
Shahih Ibnu Hibban Nomer 721