Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١١٢٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، ثنا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، وَقَرَأَ، عَلَيْنَا مِنْ كِتَابِهِ، نا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، وَثنا بُنْدَارٌ أَيْضًا، نا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ سَعِيدٍ، ح وَثنا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، نا عَبْدَةُ، عَنْ سَعِيدٍ، ح وَثنا بُنْدَارٌ، ثنا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ، نا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ، عَنْ سَعِيدٍ جَمِيعًا عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ قَالَ: أَتَيْتُ عَلَى حَكِيمِ بْنِ أَفْلَحَ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَهُوَ إِلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، فَاسْتَأْذَنَّا، فَأُدْخِلْنَا عَلَيْهَا، فَقُلْنَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ نَبِّئِينِي عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: أَلَسْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ - تَعْنِي قَوْلَهُ وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ القلم: 4- قَالَ: بَلَى قَالَتْ: فَإِنَّ خُلُقَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ الْقُرْآنَ، فَقُلْتُ: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، نَبِّئِينِي عَنْ قِيَامِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: أَلَسْتَ تَقْرَأُ هَذِهِ السُّورَةِ يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ المزمل: 1 قَالَ: فَقُلْتُ: بَلَى قَالَتْ: فَإِنَّ اللَّهَ فَرَضَ الْقِيَامَ فِي أَوَّلِ هَذِهِ السُّورَةِ، فَقَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ حَوْلًا، حَتَّى انْتَفَخَتْ أَقْدَامُهُمْ، وَأَمْسَكَ خَاتِمَتَهَا اثْنَيْ عَشَرَ شَهْرًا فِي السَّمَاءِ، ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ التَّخْفِيفَ فِي آخِرِ هَذِهِ السُّورَةِ، فَصَارَ قِيَامُ اللَّيْلِ تَطَوُّعًا بَعْدَ فَرِيضَةٍ، ثُمَّ ذَكَرُوا الْحَدِيثَ، وَفِي آخِرِ الْحَدِيثِ قَالَ: فَأَتَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ فَأَخْبَرْتُهُ بِحَدِيثِهَا، فَقَالَ: صَدَقَتْ
Shahih Ibnu Khuzaimah 1125: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id —dan ia membacakannya kepada kami dari kitabnya— menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Arubah menceritakan kepada kami (Ha') Bundar juga menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Adi menceritakan kepada kami dari Sa’id (Ha') Harun bin Ishak Al Hamdani menceritakan kepada kami, Abdah menceritakan kepada kami dari Sa’id (Ha') Bundar menceritakan kepada kami, Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepadaku (Ha') Ahmad bin Miqdam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sawa' menceritakan kepada kami semuanya dari Sa’id, dari Qatadah, dari Zurarah bin Aufa, dari Sa’ad bin Hisyam, ia berkata, “Aku pernah mendatangi Hakim bin Aflah, lalu kami berdua pergi menemui Aisyah , kemudian kami meminta izin dan kami diantar masuk menghadapnya, maka kami berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepada kami tentang akhlak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.’ Ia menjawab, ‘Bukankah kamu membaca Al Qur'an? (124-Alif). Yang dimaksud adalah firman-Nya, ‘Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.' (Qs. Al Qalam 68: 4) Kami menjawab, ‘Ya.’ Ia berkata, ‘Sesungguhnya akhlak Rasulullah adalah Al Qur'an.’ Aku kemudian bertanya, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepada kami tentang shalat malam Rasulullah ?’ Ia menjawab, ‘Bukankah kamu membaca surah ini, Ya Ayyuhal Muzammil?' Aku menjawab, ‘Tentu.’ Ia lalu berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah mewajibkan shalat malam pada awal ayat ini (turun), kemudian Nabi dan para sahabat di sekelilingnya mengerjakannya sampai kedua kaki mereka pecah-pecah dan ketentuannya terus dipertahankan di langit selama dua belas bulan, lalu Allah menurunkan rukhshah pada akhir ayat ini. Oleh karena itu, shalat malam menjadi sunah setelah sebelumnya menjadi kewajiban’.” Mereka selanjutnya menyebutkan redaksi haditsnya dan di akhir hadits, ia berkata, “Aku kemudian mendatangi Ibnu Abbas dan memberitahukan hadits dari Aisyah tersebut, maka ia berkata, ‘Aisyah benar’.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1125