Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١١٨٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْأَحْمَسِيُّ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُحَارِبِيُّ، ح وَثنا أَبُو عَمَّارٍ، نا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى جَمِيعًا عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُومُ حَتَّى تَرِمَ قَدَمَاهُ، فَقِيلَ لَهُ: أَيْ رَسُولُ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ جَاءَكَ مِنَ اللَّهِ أَنْ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ؟ قَالَ: «أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا» . هَذَا لَفْظُ الْمُحَارِبِيِّ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: " فِي هَذَا دِلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الشُّكْرَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ يَكُونُ بِالْعَمَلِ لَهُ؛ لِأَنَّ الشُّكْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ، وَقَدْ يَكُونُ بِاللِّسَانِ قَالَ اللَّهُ اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا ، فَأَمَرَهُمْ جَلَّ وَعَلَا أَنْ يَعْمَلُوا لَهُ شُكْرًا، فَالشُّكْرُ قَدْ يَكُونُ بِالْقَوْلِ وَالْعَمَلِ جَمِيعًا، لَا عَلَى مَا يَتَوَهَّمُ الْعَامَّةُ أَنَّ الشُّكْرَ إِنَّمَا يَكُونُ بِاللِّسَانِ فَقَطْ، وَقَوْلُهُ: غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ مِنَ الْجِنْسِ الَّذِي أَقُولُ إِنَّهُ جَائِزٌ فِي اللُّغَةِ أَنْ يُقَالَ: يَكُونُ فِي مَعْنَى كَانَ؛ لِأَنَّ اللَّهَ إِنَّمَا قَالَ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا الفتح: 1 ، وَقِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ، فَلَمْ يَرُدَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْقَائِلِ، وَلَمْ يَقُلْ أَيْضًا: وَعَدَنِي أَنْ يَغْفِرَ؛ لِأَنَّهُ قَدْ غَفَرَ "
Shahih Ibnu Khuzaimah 1182: Muhammad bin Ismail Al Ahmasi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Muhammad Al Muharibi menceritakan kepada kami, (Ha') Abu Ammar menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Musa menceritakan kepada kami semuanya dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah pernah shalat malam sampai-sampai kedua kakinya bengkak, lalu ada yang bertanya kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, Engkau melakukan hal ini sementara Allah telah menurunkan bahwa dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang telah diampuni?’ Beliau menjawab, 'Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang bersyukur?" Ini adalah lafazh hadits Al Muharibi. Abu Bakar berkata, "Dalam hal ini terdapat dalil bahwa bentuk bersyukur kepada Allah adalah dengan perbuatan, sebab bersyukur adalah milik Allah semuanya dan terkadang dengan lisan, Allah telah berfirman, 'Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah).' (Qs. Saba' 341: 13) Maka Allah telah memerintahkan kepada mereka untuk berbuat sebagai bentuk kesyukuran kepada-Nya. Bersyukur juga dapat dilakukan dengan ucapan dan perbuatan sekaligus, tidak seperti yang disangkakan oleh kebanyakan orang bahwa bersyukur hanya dapat dilakukan dengan lisan saja." Sedangkan firman-Nya, 'Allah telah mengampunimu dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang' merupakan bagian dari yang menurutku, itu boleh digunakan secara bahasa untuk menunjuk makna sesuatu yang telah terjadi. Sebab Allah telah berfirman kepada Nabi-Nya, 'Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata' (Qs. Al Fath 48: 1) Dan juga karena Allah telah berfirman kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Allah telah mengampuni bagimu dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang.' Oleh karena itu, Nabi tidak menjawab sahabat yang bertanya dan juga tidak mengatakan Allah telah berjanji akan mengampuni. Sebab beliau memang benar-benar sudah diampuni."
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1182