Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ١٢٢٨: ثنا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ، ثنا مُعْتَمِرٌ، عَنْ خَالِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ شَقِيقٍ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: «مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى قَطُّ إِلَّا أَنْ يَقْدَمَ مِنْ سَفَرٍ فَيُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ» . قَالَ أَبُو بَكْرٍ: " خَبَرُ ابْنُ عُمَرَ مِنَ الْجِنْسِ الَّذِي أَعْلَمْتُ فِي غَيْرِ مَوْضِعٍ مِنْ كُتُبِنَا أَنَّ الْمُخْبِرَ وَالشَّاهِدَ الَّذِي يَجِبُ قَبُولُ خَبَرِهِ وَشَهَادَتِهِ مَنْ يُخْبِرُ بِرُؤْيَةِ الشَّيْءِ وَسَمَاعِهِ وَكَوْنِهِ، لَا مَنْ يَنْفِي الشَّيْءَ، وَإِنَّمَا يَقُولُ الْعُلَمَاءُ: لَمْ يَفْعَلْ فُلَانٌ كَذَا، وَلَمْ يَكُنْ كَذَا عَلَى الْمُسَامَحَةِ وَالْمُسَاهَلَةِ فِي الْكَلَامِ، وَإِنَّمَا يُرِيدُونَ أَنَّ فُلَانًا لَمْ يَفْعَلْ كَذَا عِلْمِي، وَإِنَّ كَذَا لَمْ يَكُنْ عِلْمِي، وَابْنُ عُمَرَ إِنَّمَا أَرَادَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يُصَلِّي الضُّحَى إِلَّا أَنْ يَقْدَمَ مِنْ غَيْبَةٍ أَيْ لَمْ أَرَهُ صَلَّى، وَلَمْ يُخْبِرْنِي ثِقَةٌ أَنَّهُ كَانَ يُصَلِّي الضُّحَى إِلَّا أَنْ يَقْدَمَ مِنْ غَيْبَةٍ " وَهَكَذَا خَبَرُ عَائِشَةَ، رَوَاهُ كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ وَالْجُرَيْرِيُّ جَمِيعًا، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ: قُلْتُ لِعَائِشَةَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى؟ قَالَتْ: «لَا إِلَّا أَنْ يَجِيءَ مِنْ مَغِيبِهِ» . حَدَّثَنَاهُ الدَّوْرَقِيُّ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، نا كَهْمَسٌ، ح وَثنا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، ثنا وَكِيعٌ، عَنْ كَهْمَسٍ، ح وَثنا بُنْدَارٌ، ثنا سَالِمُ بْنُ نُوحٍ، نا الْجُرَيْرِيُّ، ح وَثنا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ، ثنا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنِ الْجُرَيْرِيِّ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: " فَهَذِهِ اللَّفْظَةُ الَّتِي فِي خَبَرِ كَهْمَسٍ وَالْجُرَيْرِيِّ مِنَ الْجِنْسِ الَّذِي أَعْلَمْتُ أَنَّهَا تَكَلَّمَتْ بِهَا عَلَى الْمُسَامَحَةِ وَالْمُسَاهَلَةِ، وَإِنَّمَا مَعْنَاهَا مَا قَالُوا فِي خَبَرِ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ: مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، وَالدَّلِيلُ عَلَى صِحَّةِ مَا تَأَوَّلَتْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ صَلَّى صَلَاةَ الضُّحَى فِي غَيْرِ الْيَوْمِ الَّذِي كَانَ يَقْدَمُ فِيهِ مِنَ الْغَيْبَةِ، سَأَذْكُرُ هَذِهِ الْأَخْبَارَ فِي مَوْضِعَهَا مِنْ هَذَا الْكِتَابِ إِنَّ شَاءَ اللَّهُ، فَالْخَبَرُ الَّذِي يَجِبُ قَبُولُهُ، وَيُحْكَمُ بِهِ هُوَ خَبَرُ مَنْ أَعْلَمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الضُّحَى لَا خَبَرُ مَنْ قَالَ: إِنَّهُ لَمْ يُصَلِّ "

Shahih Ibnu Khuzaimah 1228: Ya’qub Ad Dauraqi menceritakan kepada kami, Mu’tamar menceritakan 'kepada kami dari Khalid, dari Abdullah -yaitu Ibnu Syaqiq-, dari Aisyah, ia berkata, "Aku tidak pernah melihat sama sekali Rasulullah shalat Dhuha kecuali sekembalinya beliau'dari bepergian dan beliau ketika itu shalat dua rakaat." Abu Bakar- berkata, "Hadits riwayat Ibnu Umar termasuk bagian dari yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa seorang pembawa kabar dan saksi yang dapat diterima periwayatannya dan kesaksiannya adalah seorang yang memberi kabar dengan melihat sesuatu, mendengarnya dan menyaksikan kejadiannya bukan seorang yang menyembunyikan sesuatu, akan tetapi para ulama sering mengatakan bahwa si fulan tidak melakukan hal ini dan tidak seperti ini atas dasar toleransi dan mempermudah dalam percakapan, namun sebenarnya yang mereka inginkan adalah mengatakan bahwa fulan sepengetahuanku tidak melakukan hal seperti ini dan jika ia melakukan hal seperti ini niscaya tidak sepengetahuanku. Maksud dari ucapan Ibnu Umar bahwa Nabi tidak pernah melakukan shalal Dhuha kecuali sekembalinya beliau dari bepergian, adalah aku tidak pernah melihat beliau shalat dan tidak ada riwayat yang mengabarkan kepadaku bahwa beliau hanya shalat Dhuha sekembalinya dari bepergian. Maka seperti inilah hadits riwayat Aisyah yang telah diriwayatkan oleh Kahmas bin Al Hasan dan Al Jariri semuanya terasal dari Abdullah bin Syaqiq, ia, berkata, "Aku bertanya kepada Aisyah, 'Apakah Rasulullah shalat Dhuha?. Ia menjawab, 'Tidak, kecuali setelah beliau kembali dari bepergian’." Ad-Dauraqi meriwayatkannya kepada kami, Utsman bin Umar menceritakan kepada kami, Kahmas menceritakan kepada kami Salam bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki' menceri'takan kepada kami dari Kahmas (Ha') Bundar menceritakan kepada kami, Salim bin Nuh menceritakan kepada kami. Al Jariri menceritakan kepada kami Ha') Ya’qub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami dari Al Jariri. Abu Bakar berkata, "Lafazh hadits yang terdapat di dalam hadits riwayat Kahmas termasuk bagian dari yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Aisyah meriwayatkannya atas dasar toleransi dan mempermudah percakapan, akan tetapi maksudnya seperti apa yang mereka katakan di dalam hadits Khalid Al Hadzdza', 'Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalat., dan dalil akan kebenaran apa yang aku takwilkan bahwa Nabi telah melakukan shalat Dhuha pada hari selain hari kepulangan beliau dari bepergian. Aku akan menyebutkan haditsnya pada pembahasannya dalam kitab ini Insya Allah. Oleh karena itu, hadits yang harus diterima dan digunakan sebagai dalil adalah hadits orang yang lebih mengetahui bahwa Nabi mengerjakan shalat Dhuha bukan hadits orang yang mengatakan bahwa beliau tidak melakukan shalat."

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1228