Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٧٦٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو بَحْرٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ الْبَكْرَاوِيُّ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ نَافِعٍ قَالَ: رَآنِي ابْنُ عُمَرَ، وَأَنَا أُصَلِّي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ، فَقَالَ: أَلَمْ أَكُنْ أُكْسِكَ ثَوْبَيْنِ؟ قَالَ: قُلْتُ: بَلَى قَالَ: أَرَأَيْتَ لَوْ أَرْسَلْتُكَ فِي حَاجَةٍ أَكُنْتَ مُنْطَلِقًا فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ؟ قُلْتُ: لَا قَالَ: فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَزَّيَنَ لَهُ، ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا لَمْ يَكُنْ لِأَحَدِكُمْ إِلَّا ثَوْبٌ وَاحِدٌ فَلْيَشُدَّ بِهِ حَقْوَهُ، وَلَا يَشْتَمِلْ بِهِ اشْتِمَالَ الْيَهُودِ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَهَذَا الْخَبَرُ أَيْضًا مُجْمِلٌ غَيْرُ مُفَسَّرٍ أَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الثَّوْبِ الَّذِي أَمَرَ بِشَدِّهِ عَلَى حَقْوِهِ الثَّوْبَ الضَّيِّقَ دُونَ الْوَاسِعِ وَالْمُفَسِّرُ لِهَذَيْنِ الْخَبَرَيْنِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 765: Muhammad bin Abdullah bin Bazi' mengabarkan kepada kami. Abu Bahr Abdurrahman bin Utsman Al Bakrawi menceritakan kepada kami, Said bin Abu Arubah menceritakan kepada kami, Ayub menceritakan kepada kami dari Nafi', ia berkata, "Ibnu Umar melihatku sementara aku sedang melaksanakan shalat dengan menggunakan satu baju. Ibnu Umar berkata, 'Bukankah aku telah memberimu dua pakaian?' la berkata, 'Yah!' Ibnu Umar bertanya, 'Bagaimana pendapatmu seandainya aku mengutusmu untuk suatu kebutuhan apakah engkau akan berangkat dengan satu pakaian?' Aku katakan, Tidak.' Ia berkata, 'Allah lebih berhak untuk diberikan hiasan.' Lalu Umar berkata, 'Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, 'Apabila salah seorang dari kalian hanya memiliki satu pakaian, maka ikatlah pinggangnya dan janganlah menyelimuti diri seperti orang Yahudi'." Abu Bakar berkata, “Hadits ini bersifat global tidak dijelaskan. Nabi menginginkan pakaian yang diperintahkan untuk diikat pada pinggangnya adalah pakaian yang sempit bukan yang longgar. Hal ini menjelaskan dua hadits ini.“
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 765