Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ٧٨٤: نا بُنْدَارٌ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ يُحَدِّثُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاجِدٌ وَحَوْلَهُ نَاسٌ مِنْ قُرَيْشٍ إِذْ جَاءَ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ بِسَلَى جَزُورٍ فَقَذَفَهُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمْ يَرْفَعْ رَأْسَهُ فَجَاءَتْ فَاطِمَةُ فَأَخَذَتْهُ مِنْ ظَهْرِهِ وَدَعَتْ عَلَى مَنْ صَنَعَ ذَلِكَ، فَقَالَ: " اللَّهُمَّ عَلَيْكَ الْمَلَأَ مِنْ قُرَيْشٍ، أَبَا جَهْلِ بْنَ هِشَامٍ، وَعُتْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ، وَشَيْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ، وَعُقْبَةَ بْنَ أَبِي مُعَيْطٍ، وَأُمَيَّةَ بْنَ خَلَفٍ، أَوْ أُبَيَّ بْنَ خَلَفٍ - شُعْبَةُ الشَّاكُّ - قَالَ: «فَلَقَدْ رَأَيْتُهُمْ قُتِلُوا يَوْمَ بَدْرٍ وَأُلْقُوا فِي بِئْرٍ غَيْرَ أَنَّ أُمَيَّةَ أَوْ أُبِيَّ تَقَطَّعَتْ أَوْصَالُهُ فَلَمْ يُلْقَ فِي الْبِئْرِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 784: Bundar mengabarkan kepada kami, Muhammad menceritakan kepada kami —ia adalah Ibnu Ja'far—, Syu’bah menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Abu Ishaq menceritakan hadits dari Amr bin Maimun dari Abdullah, ia berkata, “Di saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melakukan sujud dan disekitamya terdapat kaum Quraisy tiba-tiba datang Uqbah bin Abu Muith dengan membawa kotoran unta, kemudian ia melemparkannya kepada Rasulullah dan beliau tidak mengangkat kepalanya. Kemudian Fathhnah datang dan mengambil kotoran tersebut dari punggung Rasulullah dan ia memanggil-manggil orang yang melakukan itu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, 'Ya Allah Berilah malapetaka pada sekelompok orang Quraisy yaitu Abu Jahl bin Hisyam, Atabah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabiah, Uqbah bin Abu Muith, Umayah bin Khalaf atau Ubaiy bin Khalaf yaitu Syu'bah Asyak’ Ia berkata, 'Aku melihat mereka terbunuh saat perang badar dan jasadnya ditempatkan di sebuah sumur hanya saja Umayah atau Ubay tubuhnya terpotong- potong sehingga tidak dibuang ke sumur tersebut'.” 934
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 784