Sunan Ibnu Majah

الأدب

Kitab Adab

فضل الذكر
Keutamaan dzikir

سنن ابن ماجه ٣٧٨٣: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ قَيْسٍ الْكِنْدِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَنْبِئْنِي مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Sunan Ibnu Majah 3783: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah mengabarkan kepadaku Mu'awiyah bin Shalih telah mengabarkan kepadaku 'Amru bin Qais Al Kindi dari 'Abdullah bin Busr bahwa seorang badui bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, katanya: "Sesungguhnya ajaran-jaran Islam telah benyak di ketahui, maka beritahukanlah kepadaku sesuatu darinya yang dapat saya ucapkan berulang-ulang." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Selama lidahmu terus bergerak dengan berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla."

Sunan Ibnu Majah Nomer 3783