Sunan Ibnu Majah

المساجد والجماعات

Kitab Masjid dan Berjamaah

أين يجوز بناء المساجد
Dimanakan tempat dibolehkannya mendirikan masjid

سنن ابن ماجه ٧٣٤: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ الضُّبَعِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ مَوْضِعُ مَسْجِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِبَنِي النَّجَّارِ وَكَانَ فِيهِ نَخْلٌ وَمَقَابِرُ لِلْمُشْرِكِينَ فَقَالَ لَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَامِنُونِي بِهِ قَالُوا لَا نَأْخُذُ لَهُ ثَمَنًا أَبَدًا قَالَ فَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْنِيهِ وَهُمْ يُنَاوِلُونَهُ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَلَا إِنَّ الْعَيْشَ عَيْشُ الْآخِرَهْ فَاغْفِرْ لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَهْ قَالَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَبْلَ أَنْ يَبْنِيَ الْمَسْجِدَ حَيْثُ أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ

Sunan Ibnu Majah 734: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata: telah menceritakan kepada kami Waki' dari Hammad bin Salamah dari Abu At Tayyah Adl Dlabbi dari Anas bin Malik ia berkata: Letak masjid Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah di bani Najjar, di situ terdapat pepohon kurma dan pekuburan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada mereka: "Juallah kebun ini kepadaku! " mereka menjawab: "Selamanya kami tidak akan menjualnya." Anas berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membangun masjidnya sementara mereka membantunya, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan itu adalah kehidupan akhirat. Ya Allah, ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin." Anas berkata: "Sebelum membangun masjid, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat di manasaja ketika waktunya telah tiba."

Sunan Ibnu Majah Nomer 734