Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

التغليظ في الحيف والرشوة
Terguran untuk berlaku zhalim dan korup

سنن ابن ماجه ٢٣٠٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ حَدَّثَنَا مُجَالِدٌ عَنْ عَامِرٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ حَاكِمٍ يَحْكُمُ بَيْنَ النَّاسِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَلَكٌ آخِذٌ بِقَفَاهُ ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَإِنْ قَالَ أَلْقِهِ أَلْقَاهُ فِي مَهْوَاةٍ أَرْبَعِينَ خَرِيفًا

Sunan Ibnu Majah 2302: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Khallad Al Bahili berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Qaththan berkata: telah menceritakan kepada kami Mujalid dari Amir dari Masruq dari Abdullah ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Tidaklah seorang hakim yang mengadili manusia kecuali pada hari kiamat ia akan datang dalam keadaan tengkuknya dipegang oleh malaikat. Kemudian kepalanya akan diangkat ke langit, jika Allah berfirman: 'Lemparkanlah ia.' maka malaikat akan melemparnya ke dalam neraka yang dalamnya seperti perjalanan selama tujuh puluh musim."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2302