Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

من أعطى ولده ثم رجع فيه
Seseorang memberikan sesuatu kepada anak kemudian memintanya kembali

سنن ابن ماجه ٢٣٦٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ يَرْفَعَانِ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِلرَّجُلِ أَنْ يُعْطِيَ الْعَطِيَّةَ ثُمَّ يَرْجِعَ فِيهَا إِلَّا الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ

Sunan Ibnu Majah 2368: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar dan Abu Bakr bin Khallad Al Bahili keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dari Husain Al Mu'allim dari Amru bin Syu'aib dari Thawus dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar keduanya memarfu'kan hadits tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak halal seorang laki-laki memberikan suatu pemberian kemudian diminta kembali, kecuali orang tua terhadap sesuatu yang ia berikan kepada anaknya."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2368