Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

من وهب هبة رجاء ثوابها
Barangsiapa memberikan suatu hibah kemudian mengharap pahala kebaikannya

سنن ابن ماجه ٢٣٧٨: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُجَمِّعِ بْنِ جَارِيَةَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ أَحَقُّ بِهِبَتِهِ مَا لَمْ يُثَبْ مِنْهَا

Sunan Ibnu Majah 2378: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad dan Muhammad bin Ismai keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Waki' berkata: telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Isma'il bin Mujammi' bin Jariyah Al Anshar dari Amru bin Dinar dari Abu Hurairah ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Seseorang lebih berhak atas pemberiannya selagi ia menguasainya (belum memberikannya kepada yang lain)."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2378