Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

من زرع في أرض قوم بغير إذنهم
Menanami lahan orang lain tanpa izin

سنن ابن ماجه ٢٤٥٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ زُرَارَةَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ زَرَعَ فِي أَرْضِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَلَيْسَ لَهُ مِنْ الزَّرْعِ شَيْءٌ وَتُرَدُّ عَلَيْهِ نَفَقَتُهُ

Sunan Ibnu Majah 2457: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Amir bin Zurarah berkata: telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari 'Atha dari Rafi' bin Khadij ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Barangsiapa bercocok tanam di tanah milik orang lain tanpa seizin mereka, maka ia tidak akan mendapatkan apapun dari hasil tanaman, sementara modal tanamannya akan dikembalikan kepadanya."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2457