Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

الشفعة بالجوار
Syuf'ah untuk tetangga

سنن ابن ماجه ٢٤٨٥: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَارُ أَحَقُّ بِشُفْعَةِ جَارِهِ يَنْتَظِرُ بِهَا وَإِنْ كَانَ غَائِبًا إِذَا كَانَ طَرِيقُهُمَا وَاحِدًا

Sunan Ibnu Majah 2485: Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Husyaim berkata: telah memberitakan kepada kami Abdul Malik dari 'Atha dari Jabir ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Tetangga itu lebih berhak atas syuf'ah tetangganya (dari orang lain), jika ia tidak ada hendaklah ia menunggunya jika memang jalan keduanya hanya satu."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2485