Sunan Ibnu Majah

الأحكام

Kitab Hukum-Hukum

المدبر
Mudabbar (budak yang bebas setelah tuannya meninggal)

سنن ابن ماجه ٢٥٠٥: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ ظَبْيَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُدَبَّرُ مِنْ الثُّلُثِ قَالَ ابْن مَاجَةَ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ أَبِي شَيْبَةَ يَقُولُ هَذَا خَطَأٌ يَعْنِي حَدِيثَ الْمُدَبَّرُ مِنْ الثُّلُثِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ لَيْسَ لَهُ أَصْلٌ

Sunan Ibnu Majah 2505: Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ali bin Zhabyan dari Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu 'Umar bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Budak Mudabbar itu dari sepertiga". Berkata Ibnu Majah: aku mendengar Utsman yaitu Ibnu Abu Syaibah berkata: "Hadits ini salah, yang dimaksud adalah Hadits: "Budak Mudabbar itu dari sepertiga". Abu Abdillah berkata: "Tidak mempunyai dasar."

Sunan Ibnu Majah Nomer 2505