Muwatha' Malik

الذبائح

Kitab Sembelihan

ما جاء في التسمية على الذبيحة
Menyebut nama Allah untuk hewan sembelihan

موطأ مالك ٩٢٦: و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَيَّاشِ بْنِ أَبِي رَبِيعَةَ الْمَخْزُومِيَّ أَمَرَ غُلَامًا لَهُ أَنْ يَذْبَحَ ذَبِيحَةً فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَذْبَحَهَا قَالَ لَهُ سَمِّ اللَّهَ فَقَالَ لَهُ الْغُلَامُ قَدْ سَمَّيْتُ فَقَالَ لَهُ سَمِّ اللَّهَ وَيْحَكَ قَالَ لَهُ قَدْ سَمَّيْتُ اللَّهَ فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَيَّاشٍ وَاللَّهِ لَا أَطْعَمُهَا أَبَدًا

Muwatha' Malik 926: Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id bahwa Abdullah bin 'Ayyas bin Abu Rabi'ah Al Makhzumi menyuruh budaknya untuk menyembelih binatang, dan tatkala budaknya akan menyembelihnya dia berkata kepadanya, "Bacalah basmallah! " Budaknya tersebut menjawab: "Saya telah membacanya." Abdullah berkata lagi, "Celaka kami, bacalah basmallah! " Budak tersebut menjawab lagi: "Saya telah membacanya." Abdullah bin Ayyas berkata kepadanya: "Demi Allah, selamanya aku tidak akan memakannya."

Muwatha' Malik Nomer 926