بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ ﴿١٠١﴾
wa lā ṣadīqin ḥamīm
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
Tafsir Surah Asy-Syu`ara` Ayat: 101
*( 100-101. ) Sebagian ulama tafsir mengatakan, yang dimaksud dengan pemberi syafaat adalah para malaikat, seperti yang mereka katakan:
فَهَلْ لَّنَا مِنْ شُفَعَاۤءَ فَيَشْفَعُوْا لَنَآ اَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُ
( "Maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan? ) (Al-A'raf, 7:53)
*Begitu pula yang mereka katakan dalam surat ini, yang disitir oleh firman-Nya:
فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِيْنَ وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ
( Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab. ) (Asy-Syu'ara', 26:100-26:101)
Yang dimaksud dengan hamim ialah kerabat.
*Qatadah mengatakan bahwa demi Allah, mereka mengetahui bahwa teman yang saleh itu dapat memberikan manfaat dan kerabat yang saleh itu dapat memberikan syafaat.