Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Isra` Ayat 104

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Isra` Ayat 104

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَّقُلْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ لِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اسْكُنُوا الْاَرْضَ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيْفًاۗ ﴿١٠٤

wa qulnā mim ba'dihī libanī isrā`īlaskunul-arḍa fa iżā jā`a wa'dul-ākhirati ji`nā bikum lafīfā

Dan setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil, “Tinggallah di negeri ini, tetapi apabila masa berbangkit datang, niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur.”


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah Al-Isra` Ayat: 104
*Di dalam makna ayat ini tersirat pengertian yang menunjukkan berita gembira bagi Nabi Muhammadﷺ bahwa beliau akan memperoleh kemenangan atas kota Mekah, mengingat surat ini Makkiyyah, diturunkan sebelum Hijrah; dan memang demikianlah kenyataannya, karena sesungguhnya penduduk Mekah telah bertekad untuk mengusir Rasulullahﷺ dari kota Mekah, seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

وَاِنْ كَادُوْا لَيَسْتَفِزُّوْنَكَ مِنَ الْاَرْضِ لِيُخْرِجُوْكَ مِنْهَا
( Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu darinya. ) (Al-Isra, 17:76), hingga akhir ayat berikutnya.

*Karena itulah maka Allah menganugerahkan kota Mekah kepada Rasul-Nya, dan beliau memasuki kota Mekah secara paksa menurut pendapat yang paling terkenal di antara dua pendapat yang ada. Dan beliau mengalahkan penduduknya, kemudian membebaskan mereka sebagai hadiah darinya berkat sikap pemaafnya yang luas. Sebagaimana Allah menganugerahkan belahan timur dan barat bumi ini kepada kaum yang tertindas dari kalangan Bani Israil, juga menganugerahkan negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Fir'aun, berikut harta benda, hasil buah-buahan, dan perbendaharaannya. Hal ini disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya: ( demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. ) (Asy-Syu'ara, 26:59)

*Dan dalam surat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

وَّقُلْنَا مِنْ بَعْدِهٖ لِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اسْكُنُوا الْاَرْضَ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيْفًا
( Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur (dengan musuh kalian). ) (Al-Isra, 17:104)

Yakni kalian semua akan Kami datangkan bersama-sama musuh kalian menjadi satu.

*Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Ad-Dahhak mengatakan bahwa LAFĪFAN artinya JAMĪ'AN, yakni semuanya.


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar