Tafsir Al-Qur'an Surah As-Saffat Ayat 104

Tafsir Al-Qur'an Surah As-Saffat Ayat 104

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ ﴿١٠٤

wa nādaināhu ay yā ibrāhīm

Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!


Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Surah As-Saffat Ayat: 104
( 104-105. ) Firman Allahﷻ:

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا
( Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu! ) (Ash-Shaffat, 37:104-37:105)

Yakni sesungguhnya engkau telah mengerjakan apa yang telah dilihat dalam mimpimu itu hanya dengan membaringkan putramu untuk disembelih.

*As-Saddi dan lain-lainnya menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim sempat menggorokkan pisaunya, tetapi tidak dapat memotong sesuatu pun, bahkan dihalang-halangi antara pisau dan leher Nabi Ismail oleh lempengan tembaga. Lalu saat itu juga Ibrahim diseru: sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. (Ash-Shaffat, 37:105)

*******
Firman Allahﷻ:

اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
( sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. ) (Ash-Shaffat, 37:105)

Yakni demikianlah Kami palingkan hal-hal yang tidak disukai dan hal-hal yang menyengsarakan dari orang-orang yang taat kepada Kami, dan Kami jadikan bagi mereka dalam urusannya jalan keluar dan kemudahan. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
( Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. ) (At-Talaq, 65:2-65:3)

*Ayat yang menceritakan kisah penyembelihan ini dijadikan dalil oleh sejumlah ulama Usul untuk menyatakan keabsahan nasakh sebelum melakukan pekerjaan yang diperintahkan, lain halnya dengan pendapat segolongan ulama dari kalangan Mu'tazilah. Tetapi penunjukkan makna dalam ayat ini sudah jelas, karena pada mulanya Allah memerintahkan kepada Ibrahim agar menyembelih anaknya, kemudian Allah menasakh (merevisi)nya dan mengalihkannya menjadi tebusan (yakni kurban). Dan sesungguhnya tujuan utama dari perintah ini pada mulanya hanyalah untuk menguji keteguhan dan kesabaran Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allahﷻ Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ
( Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. ) (Ash-Shaffat, 37:106)


Tafsir Jalalain  Tafsir Muyassar